Filosofi Pukat Harimau

Filosofi Pukat Harimau

Artikel Filosofi Pukat Harimau adalah artikulasi dari pengalaman tardisional masyarkat nelayan Indonesia dan metode tingkat tinggi pemasaran online. Penulis ingin menggambarkan bagaimana metode digital sejatinya relevan dengan konsep masyarakat pemburu yang menggunakan teknik pukat. Kenapa demikian, karena metode pukat adalah metode yang tidak cukup efisien dari sisi alat tangkap. Kenapa? Karena hanya akan mengutungkan pemilik kapal bukan nelayan. Agensi ibarat nelayan, sementara alat tangkap seperti pukat dan kendaraan seperti iklannya serta platform.  itu ibarat pukat dan bagannya. Sekeras apapun para nelayan bekerja, dan setinggi apapun pengetahuan para nelayan, tidak akan berakhir pada landasan pacu sebagai seorang konglomerat. Karena pendapatan mereka sudah dijatah oleh pemilik bagan dan pemilik pukat. Keberadaan agensi dalam memberikan rekomendasi terbaik untuk mendapatkan jumlah ikan yang akan didapat berdasarkan pengetahuan para agensi, justru hanya akan memberikan dampak pertumbuhan dan kekayaan ada satu pihak. Dimana bisa kita katakan, pelaku antara sebagai pelaku yang sering menjadi penyubur pemilik usaha tidak akan pernah menjadi pemilik usaha. Karena sudah disepakati sejak awal, bahwa pelaku antara hanyalah jembatan menuju sukses.

Keuntungan Agensi

Agensi bisa dikatakan sebagai pelaku pasar. Dan dengan semua keterbatasan dan pilihan perannya tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua. Apa untungnya menjadi agensi? Sebagai jembatan atau kendaraan menunjang kesuksesan tentu agensi punya keuntungan dan manfa’at yang berguna bagi publik dan dirinya sendiri. Apa itu, kumpulan pengetahuan mendampingi ragam klien dan konsumen. Dimana dengan keragaman dan kesulitan mendongkrak pertumbuhan konsumen semakin memberikan pengetahuan tentang kondisi pasar. Nah, ini tentu adanya diagensi, secara rutin mereka melakukan pemetaan, dan memberikan analisis serta kondisi real pada temuan-temuan lapangan. Secara intens memberikan penafsiran-penafsiran kepada fenomena serta pergeseran akan budaya, prilaku atau arah angin. Kemana uang mengalir, dan bagaimana menjadikan pengetahuan tersebut sebuah kekuatan untuk menumbuhkan bisnis para pemilik pukat dan bagan. Adalah sebuah tantangan bagi pemilik untuk mempercayai nelayan atau agensi. Dimana kepastian akan manfa’at serta harapan terhadap hasil tangkap dari jumlah ikan yang akan didapat, menjadi faktor penentu. Nah, ini bagian tersulit yang diperjuangkan oleh para nelayan selama bertahun-tahun dalam perjalan hidup dan usaha mereka. Berusaha meyakinkan para pemilik modal untuk bisa menjadi bagian dari ekosistim mereka. So guys, pahami posisi kita, dimana kita dalam struktur untuk memahami harapan dan ketakutan dari para pemilik modal dan nelayan.