Dalam beberapa cerita selama menjalanakan bisnis layanan digital, Tim Visi  Media Tara telah bertemu begitu banyak watak dan model calon klien. Menunjukan seberapa besar keinginan mereka ingin menjadi bagian dari penikmat manfa’at teknologi digital. Tapi sebaliknya prilakunya dan keputusannya bertentangan dengan tujuan tersebut. Berikut beberapa model klien yang menunjukan mereka berada dalam dunia mimpi dan ingin hasil instant tanpa usaha yang serius. Dan mungkin bisa jadi bahan pertimbangan para pembaca sebelum memutuskan untuk memasang iklan. Agar dipikir dan dinalas sedalam mungkin sehingga energi positif dari sebuah tujuan seakan dengan prilaku mental, berikut tipe mereka;

1. Konsumen dengan “Kesesatan Persepsi Harapan Besar Dengan Usaha Minim”

Banyak yang datang kepada tim kami dan berkonsultasi tentang bisnis merek. Bercerita tentang apa yang telah mereka alami sakitnya kena tipu dan dibohongi.

Baik oleh perorangan yang mengaku memiliki keahlian pemasaran dan menjanjikan hasil instant. Para pelaku iklan perorangan ini mendapat perhatian konsumen disebabkan oleh motif konsumen yang memang ingin usaha minim tapi hasil maksimum. Penulis cuma bisa bilang “WOW”. Walaupun dalam perjalanannya banyak orang yang mengaku tindakan kecil mereka sangat kecil pada bagian investasi digital.

Dan justru mendapat dampak besaa pada pertumbuhan bisnis mereka, mohon perhatikan investasi mereka pada bisnis offline. Sehingga anda pemilik bisnis tidak memutuskan dan memberikan penilaian yang sangat prematur. Mengatakan investasi minim tapi hasil maksimum. Pada kasus meledaknya sebuah model bisnis dan menikmati manisnya dampak digital. Ini adalah sebuah hasil dari investasi bertahun-tahun dari usaha offline yang dibangun.

Sehingga produk dan merek telah ada dalam memori konsumen dan ketika pemicu model bisnis masuk ruang digital maka dia menjadi viral.Inilah alasannya dimana pada level offline mereka sudah mendapat basis konsumen yang siap mendorong viral mereka. Lalu persepsi anda yang ingin mendapatkan hasil instan seperti menanam toge hari ini dan besok dapat kacang hijau, persepsi yang menyesatkan.

Dan jika anda mendapatkan agensi organisasi maupun perorangan melakukan ini. Maka penulis sarankan patut mencari opini kedua.Lalu seperti apa solusinya, tidak ada yang instant, begitu pun dengan teknologi pemasaran digital. Jika usaha anda ingin mendapat reputasi. Maka investasikan jejak digital anda secara bertahap. Artinya ada konsekunesi waktu dan usaha yang anda lakukan, dan diamasa depan ditemukan oleh konsumen pontesial anda.

2. Menyerahkan Pengerjaan pada Per-orangan

Apa yang jadi masalah ketika anda sebagai pemilik usaha ingin mendapatkan layanan pengiklan yang diserahkan pada layanan perorangan yang mengaku mampu meningkatkan pendapatan anda. Secara literal mungkin tidak ada yang salah karena mereka berpihak pada harapan anda menggunakan teknolgi digital. Yang salah adalah ketika pemberi layanan mengatasnamakan perorangan.

Yah, benar..pemain pemula pun mengerti bahwa beurusan dengan per-orangan risikonya hanya tertipu karena perorangan cenderung meletakan tanggunjawab mereka tidak sebagai sebuah investasi jangka panjang yang mempertaruhkan reputasi pertumbuhan usaha yang dibangun.

Sewaktu-waktu sesuai mood dan keingin mereka bisa saja berubah dan tutup atau buka sekehendak hati mereka. itulah fakta yang harus anda pahami. Daripada anda menyerahkan pada pertumbuhan usaha anda kepada perorangan maka secara kredibelitas lebih baik menyerahkan kepada oraganisasi atau perusahaan yang memang bergerak pada bidangnya.

Karena model investasi dan modal investasi memiliki skala tujuan yang lebih jauh dibanding dengan perorangan. Bagaimana mengukurnya, pastikan anda ketika melakukan kontrak dan transfer serta tanggungjawab kontrak menggunakan landasan legal dan menggunakan nama perusahaan.

Demikian sedikit ulasan dimalam ramadhan penuh berkah ini, ikuti terus perkembangan strategi Internet marketing untuk menambah wawasan digital anda selain sebagai referensi untuk membangun bisnis masa depan anda.

Baca Juga: Pencitraan Online

Sumber Foto: pixabay.com

Leave a Comment